MALANG – Fakultas Hukum Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat Fakultas melalui program Orientasi Mahasiswa Baru Berkelanjutan (OMBAK) pertemuan ketiga, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum dan Senat Mahasiswa Fakultas Hukum (SMFH) ini diikuti oleh mahasiswa baru Program Studi Ilmu Hukum dan berlangsung di Ruang Rapat Gedung Baru Unikama.
Kegiatan OMBAK menjadi bagian dari upaya Fakultas Hukum dalam mendampingi mahasiswa baru agar lebih mengenal lingkungan akademik, memahami perkembangan dunia hukum, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan selama menempuh pendidikan tinggi. Melalui dua sesi pemaparan materi, mahasiswa diajak untuk mengembangkan kompetensi diri sekaligus memahami pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dalam perspektif keilmuan hukum.
Literasi Teknologi sebagai Bekal Mahasiswa Hukum di Era Digital
Materi pertama disampaikan oleh Fahmi Arif Zakaria, S.H., M.Hum., selaku dosen Program Studi Ilmu Hukum dengan mengangkat tema “Literasi Teknologi dan Pengembangan Kompetensi: Panduan Navigasi Mahasiswa Hukum 2026” yang menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai keamanan dan privasi digital, pencegahan plagiarisme, serta penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara bijak, etis, dan bertanggung jawab dalam kegiatan akademik.
Selain itu, mahasiswa diarahkan untuk mengembangkan kemampuan literasi data, berpikir kritis, dan memanfaatkan teknologi dalam penulisan karya ilmiah serta analisis kasus hukum. Melalui materi ini, mahasiswa diharapkan mampu membangun kompetensi akademik dan profesional secara bertahap, menjaga integritas sebagai insan hukum, serta menjadi calon sarjana hukum yang adaptif, beretika, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Mengenal Kearifan Lokal melalui Perspektif Ilmu Hukum
Sesi kedua disampaikan oleh Anindya Bidasari, S.H., M.Kn., selaku dosen Program Studi Ilmu Hukum, dengan materi “Kearifan Lokal Sesuai Perspektif Fakultas dan Prodi.”
Materi ini mengajak mahasiswa memahami kearifan lokal sebagai nilai, aturan, pengetahuan, dan tradisi yang diwariskan oleh masyarakat serta berkembang sesuai dengan lingkungan setempat. Berbagai contoh kearifan lokal di wilayah Malang Raya turut diperkenalkan, seperti Topeng Malangan, tradisi bersih desa, musyawarah, gotong royong, hingga peninggalan sejarah Prasasti Dinoyo.
Dalam perspektif ilmu hukum, pembahasan diarahkan pada hubungan antara kearifan lokal dan sistem hukum nasional. Mahasiswa diperkenalkan pada pengakuan masyarakat hukum adat dalam Pasal 18B ayat (2) UUD 1945, pengakuan terhadap hukum yang hidup dalam masyarakat melalui Pasal 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta perlindungan ekspresi budaya tradisional dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep, mahasiswa juga diajak mengidentifikasi potensi kearifan lokal di lingkungan masing-masing dan menghubungkannya dengan bidang keilmuan hukum. Salah satu contoh yang dibahas adalah penyelesaian sengketa masyarakat melalui tokoh adat atau sesepuh desa yang dapat dikembangkan menjadi gagasan kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
Melalui diskusi dan aktivitas kelompok, mahasiswa didorong untuk mengamati tradisi di lingkungan sekitar, menemukan persoalan atau potensi yang ada, kemudian merumuskan ide proyek sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Membangun Mahasiswa Hukum yang Adaptif dan Berakar pada Budaya
Pelaksanaan OMBAK 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen Fakultas Hukum Unikama dalam memberikan pendampingan berkelanjutan kepada mahasiswa baru. Perpaduan materi literasi teknologi dan kearifan lokal memberikan gambaran bahwa mahasiswa hukum tidak hanya dituntut memahami teori dan peraturan perundang-undangan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman serta kepekaan terhadap persoalan sosial dan budaya masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan semakin siap menjalani proses pembelajaran di lingkungan Fakultas Hukum, mengembangkan kompetensi akademik, serta menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat.
Fakultas Hukum Unikama berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pembinaan yang mendukung terbentuknya mahasiswa hukum yang kritis, adaptif, dan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan bagi masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.



